12. Perekonomian RRC

China Sebagai Negara Dengan Ekonomi Terbesar Kedua Di Dunia
China adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia menurut nominal GDP (per 2013) dengan jumlah US$9.469 triliun menurut International Monetary Fun. Menurut perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja (PPP), ekonomi China juga berada di posisi kedua, dengan nilai US$16,149 triliun. Pada tahun 2013, PDB PPP per kapitanya adalah US$11.868, sedangkan PDB per kapitanya US$6.959. Dalam hal ini, menempatkan China pada urutan 90 dari 183 negara dalam peringkat PDB per kapita. Perekonomian China sebagai ekonomi sosialis menjadikannya ekonomi utama yang bertumbuh paling cepat di dunia, dengan pertumbuhan peringkat rata-rata 10% selama 30 tahun.
Terdapat 31 pembagian administratif di China. Di bawah ini adalah pembagian administratif teratas menurut peringkat GDP pada 2012. GDP dialihkan dari CNY ke USD menggunakan rating FX dari 6.3125 CNY/USD.
China Sebagai Negara Dengan Ekonomi Terbesar Kedua Di Dunia
Sejak tanggal 1 Januari 2002, China telah menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia. Dalam sistem yang baru, Pemerintah China menekankan peningkatan pendapatan pribadi dan memperkenalkan sistem manajemen baru untuk meningkatkan produktivitas. Pemerintah juga memfokuskan diri dalam perdagangan asing sebagai landasan utama untuk pertumbuhan ekonomi. Pemerintah mendirikan lebih dari 2000 Zona Ekonomi Khusus (Special Economic Zones, SEZ) di mana hukum investasi direnggangkan untuk menarik modal asing. Hasilnya adalah PDB  yang berlipat sejak 1978. Pada 1999 dengan jumlah populasi 1,25 miliar orang dan PDB hanya $3.800 per kapita, China menjadi ekonomi keenam terbesar di dunia dari segi nilai tukar dan ketiga terbesar di dunia setelah Uni Eropa dan Amerika Serikat dalam daya beli. Pendapatan tahunan rata-rata pekerja China adalah $1.300. Perkembangan ekonomi China menjadi salah satu yang tercepat di dunia, sekitar 7-8% per tahun. Ini menjadikan China sebagai fokus utama dunia pada masa kini dengan hampir semua negara.
Hasil gambar untuk Perekonomian RRC

Komentar